Showing posts with label humanis. Show all posts
Showing posts with label humanis. Show all posts

Friday, June 1, 2012

BERAWAL DARI MIMPI


Saat ini saya sedang bahagia. Sangat bahagia. Akhirnya, apa yang saya impikan dan perjuangkan selama hampir 3 tahun ini, hampir mendekati kenyataan. Setelah melewati begitu banyak rintangan.

Beberapa tahun lalu, tulisan-tulisan saya hanya teronggok di sebuah secret blog, di mana hanya teman-teman terdekat saya saja yang bisa mengaksesnya. Pada dasarnya memang saya seorang yang introvert, sehingga lebih suka mengungkapkan pemikiran-pemikiran saya yang saya sadari cenderung abnormal dan sulit dimengerti oleh orang awam, ke dalam tulisan. Saat itu saya masih 'berprofesi' sebagai bakul kue online, yang memasarkan produk-produknya melalui sebuah situs pertemanan di Multiply.

Hingga pada suatu hari, teman saya Dini, pemilik La Difa Cookies, menyeret saya ke pusaran dunia sastra (dan setelah itu dia malah kabur begitu saja ke dunia pelayaran,hahaaa..sial kau,Din..). Dia mendaftarkan saya untuk belajar menulis di Sekolah-Menulis Online milik mas Jonru Ginting, yang saat itu hendak mengadakan workshop tentang dunia penulisan di sebuah hotel di kawasan Tebet. Kalau tidak salah, kejadiannya sekitar bulan Januari 2010. Dari sanalah saya mengenal mas Epri Tsaqib yang kemudian memperkenalkan saya dengan Komunitas Mata Aksara, Sastra Reboan, dan teman-teman lainnya yang memberikan 'nafas baru' bagi perkembangan gaya penulisan saya.

Sejak memutuskan untuk beralih jalur ke dunia tulis menulis, saya membuat sebuah dream blog, di mana isinya hanya saya dan Tuhan yang tahu. Saya rancang apa yang saya mau di sana, dan membiarkan waktu membuktikan pada masanya, apakah Ia mengabulkan permintaan saya atau tidak. Alhamdulillah, 1 demi 1 apa yang saya tulis di sana terlaksana. Hampir bersamaan dengan terbitnya buku saya, sebulan kemudian saya pun kembali ke kota tempat saya menghabiskan masa kecil saya, seperti yang saya tulis di blog saya tersebut. Kota yang saya rancang menjadi tempat saya menghabiskan sisa hidup saya, dengan segala kemampuan yang saya punya. Yogyakarta.

Ada sebuah tempat yang selalu saya rindukan di sana. Sebuah tepi jurang di Kaliurang, dengan dataran berumput tempat dulu saya sering menghabiskan waktu dengan duduk melamun sendirian hingga hampir petang, saat perasaan saya sedang tidak nyaman. Ke sanalah saya selalu 'pergi' dengan pikiran saya, tiap kali saya sedang merasakan hal yang sama. Dan dalam bulan depan, insya Allah saya tidak lagi hanya membayangkan tempat itu, tapi bisa dengan mudah mencapainya.

Tuhan memang sangat sayang kepada saya. Selalu memberikan apa yang saya minta, walaupun sering Ia melatih saya supaya bisa lebih bersabar agar saya mendapatkan yang terbaik, seperti yang Ia mau. Sungguh, saya merasa begitu 'kaya' sekarang ini. Memiliki anak-anak yang men-support saya dengan pengertian mereka yang sangat luar biasa, bisa mewujudkan mimpi saya menjadi penulis dan 'penyanyi dadakan' seperti yang saya inginkan saat saya kecil dulu, walaupun dengan suara pas-pasan Paling tidak, saya tidak akan mati penasaran meskipun nanti ini mungkin menjadi 1-1-nya karya saya yang terpublikasi dalam bentuk buku. Namun semoga saja tidak. Semoga saja masih ada dan masih banyak lagi yang akan saya tulis nanti, yang akan memberikan manfaat yang jauh lebih baik dari 'tulisan gak penting' di buku pertama ini. Semoga kali ini, Tuhan kembali mengabulkan permintaan saya   

Kini, ijinkan saya mempersembahkan karya pertama saya ini yang tentu saya masih jauh dari sempurna. Sebuah buku yang menyelamatkan saya dari schizophrenia syndrome dan menjadi self healing serta penyeimbang mental saya, sehingga saya bisa tetap bersikap 'normal' di tengah 'ketidakwarasan' saya. Semoga 'cara sesat' saya ini bisa diambil hikmahnya. 



Buku Antologi Cerpen Tunggal "Maaf... Kupinjam Suamimu Semalam" ini, insya Allah akan diluncurkan secara resmi pada tanggal 17 Juni 2012 di Musium Layang-layang, Jalan H. Kamang No. 38 Pondok Labu Jakarta Selatan, mulai dari jam 5 sore. Silakan teman-teman semua datang untuk bersama-sama dengan saya berbagi kebahagiaan kecil saya ini. Saya tunggu kedatangannya.


Note :
Acara ini akan berbarengan dengan acara rutin komunitas yang selama ini sangat mendukung proses kreativitas saya, Komunitas Pecinta Seni dan Sastra Indonesia (KPSI). Terima kasih yang tidak terhingga kepada semua teman-teman saya yang tergabung di komunitas ini. Juga kepada mami Endang Layangan, Hifest Publishing, Kinomedia Writer Academy. Tak lupa kepada mbak Ati Kamil, mas Jodhi Yudono dan mas Amir Roez serta kak Nana Bayek dan kak Kiki Fikri yang sudah membantu saya di bagian musiknya, mas Bagus Utomo dan mbak Tika Prasetiawati dari Komunitas Peduli Schizophrenia Indonesia (KPSI) yang juga telah membantu menguatkan hati saya untuk akhirnya berani mem-publish buku ini setelah sebelumnya sempat ragu. Special thanks juga untuk my brader Billy Nasution, atas kesabarannya selama ini mendampingi saya di setiap masa sulit saya (sori ye..udah selalu jadiin lo 'tempat muntahan' gw,hahaaa..)

Last but not least, buku ini tak akan ada tanpa ridho kedua orang tua saya dan juga kedua anak saya, Naufal Fadhilla dan Zakia Aura Fajriana. Love you all...  

~n' 4 u too..who gave me those wonderful kids..thanks a lot..~



Tuesday, February 21, 2012

JALAN SURGA DI BALIK KELAM


Pelacur tua itu terlihat hitam kusam 
Tubuhnya penuh debu dan kotoran 
Baunya menohok indera penciuman 
Terseok berjalan di kegelapan malam 

Seorang diri melangkah tanpa henti 
Tak acuh pada mulut-mulut usil yang mengiringi 
Bajupun tlah sobek di sana-sini 
Rambutnya kusut tak pernah tersisir 
Mata dipenuhi air yang mengalir 
Dengan hidung penuh lendir 

Ada koreng di sekujur tubuhnya 
Luka menganga tersebar di mana-mana 
Darah mengucur dari dada yang terlihat makin lurus 
Tak terbendung walau coba ditutup dan dibungkus 

Stempel rusak ada di dahinya 
Identitas hina terkalung di lehernya 
Tak ada yang mau mendekat 
Jarak sejengkalpun orang masih jengah menatap lekat 

Seekor anjing penuh kudis mengendus-endus 
Lidahnya terjulur karena haus 

Sang pelacurpun segera membuka tas kumalnya 
Keluarkan sebotol air dari sana 
Kucurkan isinya lalu beri minum pelepas dahaga 
Bagi si anjing yang punya najis serupa dirinya 

Setengah putus asa 
Dari mulutnya merintih ia berkata : 
"Tuhan.. Inikah jalanku menuju surga..??" 



Kelapa Dua, 18 Desember 2009 
..karena hanya hati yang dibawa mati..
..dan kasih-Mu tak bersyarat serta selalu mengampuni..


~ disadur dari kisah Maria Magdalena ~

Monday, February 20, 2012

KITA


Kita bukan tak wajar 
Hanya berbeda dari awam 
Bukan juga salah dari yang benar 
Walau tak semua orang bisa paham 

 Kita bagai butiran mutiara 
Di antara bebatuan mulia
Tak biasa 
Di antara yang istimewa
Terlahir dari air mata tiram
Di balik cangkang kini kita terbenam

 Dan kita bagai khatulistiwa 
Perpaduan dari Kutub Selatan dan Utara 
Kan menyatu sempurna 
Jika kita memang menginginkannya


  ..when I realize we have a chemistry in mind..
..just hold the patience of beautiful contentment..
..n' we'll see..what happens..


~dedicated for all survivors in the darkness~

Wednesday, February 15, 2012

KEAKUAN


Hidup terkadang begitu terkutuk
Susah payah mencari bentuk
Tapi masih saja terlihat begitu buruk

Lebih baik apa adanya
Usah direkayasa
Terserah saja jika tak terima

Karena hidup tak perlu topeng
Hanya untuk menutupi bopeng
Kebusukan dikerudungi agar disangka mentereng

Bila untuk selembar pengakuan
Yang menjadi tujuan
Itulah awal dari kematian


Pink Room, 16 September 2010
..love the way I am..